Cerita Sedikit Yuk...!!!

Hay Guys...sekarang ane mau berbagi cerita nie tentang kehidupan Makhluk Hidup nie...tolong simak baik-baik yaa....!!!


CERITA PERTAMA

Tolong Jangan Bunuh Kami! 

Apakah aku tampak mengerikan bagi kalian? Kalian lebih mengerikan daripada aku...!!! pernahkah kami menguliti kalian untuk membuat tas dari kulit kalian? atau memakan daging kalian hanya untuk sekedar meningkatkan vitalitas kami...? Kami memang Lucu... Tapi kami bahkan tak lagi memiliki tempat untuk hidup? seserakah itukah kalian tak dapat berbagi dengan kami...?Apakah kami menghibur kalian?Aku bahkan tak menikmati sepeser pun uang dari setiap rupiah yang kalian dapatkan.Aku dipisahkan dari anakku yang perlahan mati kelaparan...!!!Kalian katakan kami ini dilindungi..!!!Tapi kami mati perlahan dengan tangan kalian sendiri...!!!Benarkah aku sahabat kalian...?Bagaimana dengan sahabat-sahabatku...?Apakah aku terlalu liar dan ganas untuk kalian?Padahal kalian lebih buas daripada kami...!!!Haruskah lebih banyak lagi teman kami yang tewas hanya untuk kepuasan kalian?Sampai kapan lagi kami harus disiksa seperti ini...?Tidak adakah lagi kasih sayang untuk kami...?Apakah tak ada lagi kesempatan kami untuk tetap hidup bahagia...?Kami ingin kalian mengasihi kami meski kita memang jauh berbeda...

By : veromons 

CERITA KEDUA


Kisah Sedih Seorang Anak Bernama RARA

“Praaang!” suara itu terdengar ke seluruh rumah. Tampak seorang gadis berusia 11 tahun sedang gugup terdiam ketakutan atas apa yang tlah ia perbuat.
“Rara pasti ini kerjaan kamu lagi?!? Sudah berapa kali mama bilang jangan main di dalam rumah!!! Lihat itu kerjaan kamu! Sudah vas bunga yang ke berapa kali yang kamu pecahkan ini?!? “gertak seorang ibu yang tak tahan dengan kelakuan anaknya.
“Mama tidak mau tahu pokoknya kamu harus bersihkan sekarang juga!” Sambung ibunya kembali.
“enggak, enggak mau!! Lalu ia pun lari dari hadapan ibunya dan menuju ke dalam kamar.
“eh eh Rara! Melawan kamu yah!?! Ucap ibunya kewalahan. Di kamar setelah mengunci kamar tanpa ada perasaan bersalah ia langsung bermain boneka. “boneka kenapa yah mamaku galak sekali sama aku, tiap hari kerjaannya maraah terus!” gumamnya pada boneka tersebut. Dan boneka itu hanya terdiam tak berkutik. Rara adalah gadis yang nakal dan tidak pernah mau diatur dirumah maupun disekolah, tidak heran jika ia banyak dimusuhi oleh teman-temannya dan sering kena marah ibunya akibatnya ulahnya disekolah sehingga ibunya kerap sekali bolak-balik sekolah karena dipanggil oleh bapak kepala sekolah akibat ulahnya yang sudah tidak dapat ditelorir lagi, akan tetapi tidak pernah terbesit dihatinya untuk berubah menjadi anak yang baik, entah ada apa dengan dirinya. Sampai ibunya sendiripun heran atas kelakuan anaknya.
“ri, nanti kamu pulang bareng adikmu ya??, jangan biarkan dia kelayapan nanti yang ada dia akan membuat ulah baru yang membuat ibu dipanggil lagi oleh kepala sekolah.”baik bu jawab kakanya yang sedang mngikat tali sepatu.
Setelah bel pulang berbunyi, riri pun menjemput adiknya didepan pintu kelasnya. Didalam perjalanan pulang rara berkata pada kakanya ‘ka, coba lihat deh sepatuku?”ada apa? sahut kakanya, kemudian kakanya kaget sekali melihat sepatu adiknya yang sudah tidak layak lagi dipakai, sepatuku sudah robek ka, aku malu sama kawan-kawan kata mereka sudah bandel kere lagi!! Iya , nanti kaka benerin ketukang sol sepatu, tapi kamu janji jangan nakal lagi ya??ucap kakanya dengan nada menasehati.
Keesokan harinya ketika Rara ingin berangkat kesekolah Rara merasakan pusing yang sangat melilit-lilit kepalanya, sebelumnya rara sering merasakan pusing tapi tidak pernah dianggap paling dia hanya minum obat panadol atau paramex saja sudah sembuh, tapi pusing kali ini sangat berbeda, ia menundukkan kepalanya dilipatan tangannya diatas meja makan. “Kamu kenapa ra??”tanya riri heran, “pasti kamu pura-pura sakit lagi deh biar dikasi izin mama biar tidak masuk sekolah, padahal pasti ketika mama sudah keluar rumah, kamu dengan diam-diam keluar dari jendela dan kembali kerumah sebelum mama sampai kerumah, ya kan??” Kemudian rara tersenyum sambil menahan sakit yang ada dikepalanya. Kali ini aku sungguhan ka??ucap rara meringis. “alaaah kaka tidak percaya!!” Ucap riri ragu.
Kemudian dengan berat hati ia memaksakan diri untuk pergi ke sekolah walaupun dalam keadaan fisik yang semakin memburuk. Jam pelajaran pertama kedua dan ketiga ia mencoba untuk bersabar dan menahan rasa sakit yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Ketika bel istirahat berbunyi, tanpa banyak berfikir dan lihat kanan kiri ia langsung menuju klinik kesehatan yang ada disekolah, akan tetapi rasa sakit itu terus menggeliat dikepala rara sehingga baru saja dia keluar pintu kelas tiba-tiba pandangan rara menjadi buram dan badannya terjatuh dilantai dan tidak sadarkan diri.
Niiinuuut…niiiinuuut…niiinuuut, suara ambulan itu membuat para penghuni mobil-mobil yang ada dijalan menyingkir dan mempersilahkan ambulan untuk jalan terlebih dahulu, Rara tergeletak tak berdaya didalamnya menuju rumahsakit FATMAWATI setelah dokter yang ada di klinik sekolah menyarankan agar Rara dibawa kerumah sakit segera.
Sesampainya dirumah sakit Rara di masukkan kedalam ruangan pemeriksaan, setelah dideteksi ternyata Rara mengidap penyakit yang sangat parah sehingga dia harus ditempatkan diruang ICU. Diluar kamar ICU sudah hadir Ibu dan kakanya, kemudian dokter memberitaukan bahwa Rara mengidap lumpuh dikedua kakinya.Perasaan Ibu dan kaka nya bagaikan disambar petir, karena tidak menyangka sama sekali, rara yang begitu lincah dan jahil mengalami lumpuh untuk seumur hidupnya.
Kemudian ketika rara siuman, ia melihat Ibu dan kakanya sudah berada disampingnya dan setelah itu ibunya menjelaskan bahwa ia harus dirawat dirumah sakit. Sesungguhnya rumah sakit ini adalah hal yang paling dibenci oleh rara, ketika itu ia menolak untuk tinggal dirumah sakit dan reflek ingin bangun dari tempat tidurnya akan tetapi ia merakan kakinya yang kaku tidak dapat digerakkan, disitu ia baru tersadar bahwa ia mengalami lumpuh dikakinya. Luapan airmata pun terus mengalir dari mata ibu dan kakanya yang tidak tega melihat raranya yang duduk lemah tak berdaya diatas kasur rumahsakit.
Rara tetap pada pendiriannya untuk tidak ingin dirawat dirumah sakit, ia ingin agar ibunya saja yang merawatnya dirumah, dokterpun mengizinkan dengan syarat ia harus mematuhi syarat-syarat yanmg diberikan dokter.kemudian mereka setuju, sampai dirumah rara merasa sangat gembira walaupun ia hanya bisa duduk diatas kursi roda. Rara mengisi hari-harinya dengan menulis puisi-puisi yang ia sudah sangat gemari dari kecil.
Diam-diam ibu dan kakanya sudah menyiapkan pesta ulangtahun rara yang dua hari lagi akan berlangsung, Rara sangat senang mendengarnya karena ia tau bahwa teman-temannya pasti akan datang dan disitulah ia akan memanfaatkan waktu untuk meminta maaf kepada kawan-kawannya atas ulahnya yang pernah ia lakukan. Hari itu pun tiba, rara telah dibelikan gaun yang sangat manis oleh ibunya, kemudian ibunya memakaikan gaun yang ada dan rara sangat manis terlihat dengan gaun itu, ibunya meneteskan air mata ketika menyisirkan rambut rara yang kian hari kian rontok disebabkan oleh penyakit leukemia yang menggerogoti dirinya.
Ketika acara pemberian hadiah kaka muncul dengan membawa hadiah yang Rara sulit untuk menduganya, sorakan teman-temannya untuk membuka isi kado yang diberikan membuat Rara membuka dan ketika rara sudah membukanya. Iya pun menitikan air mata begitupun dengan kakanya. karena ia teringat akan hal yang pernah ia minta ke kakanya untuk membenarkan sepatunya yang rusak, akan tetapi kali ini kakanya memberikan sepatu baru yang sangat indah.
Rara sedih karena ia tak mungkin lagi untuk memakai sepatu itu untuk berjalan walaupun sebenarnya ia sangat ingin sekali, setelah itu ia berpelukan dengan dengan kakanya dan suasana harupun menyelimuti ruangan pesta semua menangis haru dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Kemudian rara meminta waktu kepada hadirin yang datang untuk mengizinkanya membacakan puisi yang ia telah buat yang ia ngin persembahkan untuk mamanya yang selama ini telah sabar merawat dan mendidiknya. Suasana menjadi tambah haru dengan bacaan puisi tersebut. Dan ketika rara baru saja menyelesaikan bacaan puisinya tiba-tiba saja tangannya yang memegang mikrofon terjatuh kebawah dan ibunya nya langsung menghampiri dan terus memanggil nama anaknya yang sakit itu. Ternyata detak jantungnya sudah tidak berdenyut lagi dan inilah ikhir hidup dari kisah seorang rara kecil yang sangat jahil dan lugu.
Ketika setelah pemakaman tak senagaja kakanya menemukan buku Diary rara yang tersimpan dibawah bantalnya. Disitu baru terungkap bahwa kenakalan Rara selama ini adalah akibat beban psikologis yang ia rasakan sejak kecil yang selalu meliat kedua orang tuanya bertengkar tiap hari hingga akhirnya berpisah, yang semuanya ini ia tidak inginkan ia sangat mendambakan mempuanyai keluarga yang utuh akan tetapi yang terjadi perceraian antara mama dan papanya,.. karena itu Rara meluapkan kekecewaannya itu dengan besikap jahil dan bandel dirumah dan disekolah.
Timbullah rasa penyesalan yang sangat mendalam pada diri sang Mama,” Waktu tidak mungkin berputar kembali, tidak ada gunanya juga menyesali hal yang sudah terjadi, Mama akan terus mendoa’kanmu disana nak, beristirahatlah engkau dengan tenang , kami mencintaimu.”

By : hilabiyus

CERITA KETIGA

Kisah Sedih Seorang Ibu

Ini kisah sedih seorang ibu. Takkan ada seseorang
lain yang akan dapat menggantikan tempat seseorang ibu di dunia ini.
Cerita ni
dalam bentuk keluahan hati seorang anak yang kesedihan akibat kelalaian
atau dengan kata lain kederhakaannya kepada seorang ibu!


Cerita si anak.....


Ibuku buta sebelah mata!
Aku benci ibuku… Dia amat
memalukanku!
Tugas harian dia ialah memasak untuk pelajar dan guru
untuk menyara keluarga kami.


Pada suatu
hari semasa di sekolah rendah, ibuku datang ke sekolah untuk bertanya
khabar.
Aku sungguh malu. Mengapa dia sanggup melakukan ini 

kepadaku?!
Aku tidak pedulikan dia dengan menunjukkan wajah benci
kepadanya dan terus lari.


Keesokan harinya
salah seorang rakan darjah berkata, “EEEE, ibumu hanya ada satu mata!"
Ketika
itu aku hanya ingin membenamkan diriku. Aku juga malu ibuku hilang dari
hidupku!

Oleh itu aku berjumpa dengannya dan berkata, “Jika engkau
hanya malu menjadikan diriku bahan ketawa, alangkah baiknya kalau kau
mati saja?!!!”Kata si Anak


Ibu hanya berdiam diri!!!


Aku tidak pun sejenak berhenti dan berfikir akan apa
yang telah aku katakan kepadanya kerana aku tengah marah ketika itu..
Aku
langsung tidak peduli akan perasaannya… 

Aku
ingin keluar dari rumah itu…
Oleh itu aku belajar bersungguh-sungguh
dan akhirnya dapat melanjutkan pelajaran ke Singapura.

Kemudian aku
Menikah, Aku membeli rumah sendiri dan mendapat anak. Aku amat gembira
dengan kehidupanku.
Suatu hari ibuku
datang menziarahiku. Sudah lama dia tidak berjumpa denganku dan tidak
pernah berjumpa cucunya!.

Bila dia berdiri di depan pintu rumahku,
anakku mentertawakannya...
Aku menjerit kepadanya, “Sanggup engkau
datang ke sini dan menakutkan anakku!"KELUAR DARI SINI SEKARANG!!!
Dengan
pantas ibuku menjawab “Maaf, Saya tersilap alamat” dan terus
menghilangkan diri.

Satu hari surat jemputan untuk perjumpaan
pelajar-pelajar lama sampai ke rumahku..
Oleh itu aku telah
memberitahu isteriku yang aku akan pergi untuk urusan perniagaan…


Selepas perjumpaan itu, aku telah pergi ke rumah
usang ibuku hanya untuk ingin tahu!!!.
Jiran memberitahuku yang ibuku
telah meninggal…
Aku tidak menitiskansetitik airmata pun!!


Jiran itu telah menyerahkan kepadaku sepucuk surat
yang ibuku ingin aku membacanya…
“Anakku yang dikasihi, Ibu selalu
teringatkan kamu setiap masa…
Ibu minta maaf kerana datang ke
Singapura dan telah menakutkan anakmu.
Ibu gembira kerana kamu akan
datang

ke perjumpaan pelajar-pelajar lama…
Tetapi ibu mungkin
tidak dapat bangun
untuk berjumpa denganmu.
Ibu minta maaf kerana
sentiasa memalukan kamu
semasa kamu sudah besar


Kamu
mungkin tidak tahu…. Semasa kamu masih kecil, kamu telah mendapat
kemalangan dan hilang satu mata........
Sebagai ibu, aku tidak
sanggup melihat anaknya membesar dengan satu mata...
Oleh itu… Aku
memberi salah satu mataku kepada kamu…
Aku amat berbangga kerana anak
lelakiku dapat melihat dunia ini dengan mata ibumu ini…


…Dengan kasihku kepadamu…
…IBUMU…



Sabda Rasullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Dia
memberitahu kamu supaya taat kepada Allah dan RasulNya sentiasa. Selepas
itu taatlah kepada ibumu kemudian ibumu kemudian ibumu kemudian ayahmu!

Wassalam...

 By :sioloon

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cerita Sedikit Yuk...!!!"

Post a Comment